Konsolidasi memori sendiri merupakan proses ketika informasi yang baru dipelajari menjadi lebih stabil dan tersimpan dalam ingatan jangka panjang.
Menariknya, efek tersebut tidak ditemukan dengan pola yang sama pada kelompok anak dan remaja yang berkembang tipikal.
Peneliti tidak menemukan peningkatan konsolidasi memori setelah eksplorasi lingkungan virtual baru pada kelompok tersebut. Bahkan, tingkat eksplorasi dan keterlibatan yang lebih tinggi dalam lingkungan virtual baru berkaitan dengan performa memori yang lebih buruk pada kelompok ini.
Karena itu, hasil penelitian tidak dapat digunakan untuk menyimpulkan bahwa eksplorasi virtual atau Minecraft memperburuk daya ingat anak tanpa ADHD.
Peneliti justru melihat adanya kemungkinan bahwa novelty atau pengalaman baru memberikan dampak yang berbeda pada proses memori, tergantung kondisi neurokognitif seseorang.