Manusia Hidup Kekeringan di Afrika 74.000 Tahun Lalu, Memaksa Migrasi Besar-besaran

Tangguh Yudha
Manusia Hidup Kekeringan di Afrika 74.000 Tahun Lalu (Foto: Arizona State University/Public Domain)

Dalam kasus Shinfa-Metema 1, peneliti mengumpulkan kumpulan berbagai jenis bukti. Tulang dan gigi menunjukkan jenis makanan yang dimakan penduduk situs tersebut, dengan bekas potongan dari perburuan dan penjagalan.

Mereka berburu dan memakan mamalia seperti monyet dan antelop. Ketika sumber daya tersebut menjadi langka, mereka lebih bergantung pada ikan. Menariknya, beberapa artefak batu yang ditemukan di situs tersebut konsisten dengan mata panah. Para peneliti mengatakan ini adalah bukti panahan paling awal yang ditemukan hingga saat ini.

Para peneliti juga melakukan analisis isotop oksigen pada gigi mamalia dan pecahan kulit telur burung unta yang ditemukan di lokasi tersebut. Rasio yang diperoleh konsisten dengan periode kekeringan yang tinggi.

Meskipun penduduk Shinfa-Metema 1 mungkin tidak termasuk di antara yang bermigrasi, mereka menunjukkan tingkat kemampuan beradaptasi yang tinggi di masa-masa sulit, yang menunjukkan bahwa manusia dapat dengan mudah mengikuti arus.

Editor : Dini Listiyani
Artikel Terkait
Nasional
7 hari lalu

RI Cari Alternatif Pasokan Bahan Baku Plastik dari AS hingga Afrika

Nasional
1 bulan lalu

DPR Usul Rute Penerbangan Haji 2026 Lewat Afrika, Ini Kata Kemenhaj

Internasional
2 bulan lalu

Diakui sebagai Negara Merdeka, Somaliland Tunjuk Duta Besar untuk Israel 

Internasional
2 bulan lalu

Kapal Migran Terbalik di Libya, 53 Orang Dikhawatirkan Tewas termasuk 2 Bayi

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal