Ketika menyaksikannya saat matahari terbit atau terbenam kemungkinan pengamat akan melihat fenomena “cincin api” secara singkat. Apabila melihatnya pada siang hari, pengamat akan melihat gerhana matahari total. Jadi, keduanya terjadi secara terpisah, tidak bisa bersamaan.
Fenomena gerhana Matahari hybrid terjadi ketika jarak bulan yang mendekati batas bayangan umbral untuk mencapai bumi karena melengkung. Saat sudah berada pada posisinya, puncak bayangan yang berbentuk kerucut berada di atas permukaan bumi pada awal dan akhir jalur gerhana.
Hal tersebut akan menyebabkan bayangan antumbra bulan bergerak melintasi bumi yang memperlihatkan gerhana matahari annular.
Pada pertengahan jalur gerhana, puncak bayangan umbral bulan menghantam permukaan bumi karena ada bagian planet ini sedikit lebih dekat ke bulan. Maka jarak bulan ke bumi akan dapat memperkirakan bayangan yang di permukaan bumi.
Setiap tahun ada dua hingga lima gerhana matahari terjadi. Namun selama abad ke-21 hanya tujuh dari 224 (3,1 persen) yang merupakan gerhana matahari hybrid. Terakhir, kali gerhana matahari hybrid terjadi pada 3 November 2013.