Terakhir, berbagai instrumen digunakan untuk mengekspresikan pergerakan fase gas yang berbeda dalam nada musik. Blok kayu dan piano digunakan untuk memainkan suara gas molekuler, bass akustik untuk gas atom, dan saksofon untuk gas terionisasi.
Untuk melengkapi komposisi panjang dua menit dengan elemen visual, peneliti mengambil bantuan dari Greg Salvesen, seorang astronom dari University of California, dan mengintegrasikan komposisinya dalam video yang terperinci.
Nada tinggi dan warna biru yang ditampilkan dalam video mewakili pergerakan gas ke Bumi. Sedangkan warna merah dan notes rendah menunjukkan gas bergerak menjauh.
"Setiap pengamatan diwakili oleh garis yang menunjukkan di mana teleskop itu menunjuk. Dan posisi lingkaran sepanjang garis menunjukkan lokasi gas di galaksi yang bertanggung jawab atas notes yang dimainkan," kata Heyer.
Notes yang lebih panjang dan lingkaran yang besar dalam klip mewakili tingkat emisi gas yang lebih intens. Suara komposisi terdengar sangat mirip dengan jazz, tapi Heyer menekankan dia belum mengedit melodi.
"Saya benar dalam hal data. Saya belum membuatnya terdengar bagus, tapi mengubah apa yang sebenarnya kita amati dengan teleskop radio menjadi skala musik. Itu memberi kita nada akrab yang terdengar mengejutkan seperti musik yang kita gunakan," ujarnya.
Selain itu, astronom juga mencatat, hal ini bukan yang pertama untuk mengekspresikan fitur kosmos dalam istilah musik. Dia mengutip contoh Johannes Kepler yang menggambarkan orbit planet mengelilingi Matahari dalam komposisinya pada 1619.