NASA Deteksi Gerakan Orbital Aneh di Antara 2 Bulan Neptunus

Dini Listiyani
NASA deteksi gerakan orbital tak biasa Bulan Neptunus (Foto: NASA/JPL)

Jadi, bagaimana mereka bisa berakhir bersama, tapi tetap terpisah? Diperkirakan sistem satelit asli terganggu saat Neptunus menangkap Bulan raksasanya, Triton, dan bulan-bulan dalam serta cincin terbentuk dari puing-puing yang tersisa.

"Kami menduga Naiad ditendang ke orbitnya yang miring oleh interaksi sebelumnya dengan salah satu bulan dalam Neptunus lainnya. Kemudian, setelah kemiringan orbitnya terbentuk, Naiad dapat menyesuaikan diri dengan resonansi yang tidak biasa dengan Thalassa ini," kata Brozović.

Brozović dan rekan-rekannya menemukan pola orbital yang tidak biasa menggunakan analisis pengamatan oleh teleskop Hubble. Karya ini memberikan petunjuk pertama mengenai komposisi internal Bulan dalam Neptunus.

"Kami selalu senang menemukan co-dependencies antara Bulan. Naiad dan Thalassa mungkin telah dikunci bersama dalam konfigurasi ini untuk waktu yang sangat lama karena itu membuat orbit mereka lebih stabil. Mereka menjaga perdamaian dengan tidak pernah menjadi terlalu dekat," ujarnya.

Editor : Dini Listiyani
Artikel Terkait
Sains
7 tahun lalu

Hindari Kontroversi, NASA Namai Ulang Panggilan Objek Sabuk Kuiper 2014 MU69

Sains
7 tahun lalu

NASA Temukan Perilaku Tak Biasa Oksigen di Mars

Sains
7 tahun lalu

NASA Buka Sampel Unsur Bulan yang Lama Tak Tersentuh

Sains
7 tahun lalu

Hippocamp, Bulan Terbaru Neptunus yang Ditemukan Astronom

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal