NASA Peringatkan Badai Matahari Akan Menghantam Bumi

Dani M Dahwilani
Tanda-tandanya mulai muncul sejak 18 November ketika AR3490, kelompok bintik matahari pertama muncul di sisi timur laut Matahari. (Foto: NASA)

Partikel CME yang menghantam medan magnet dan atmosfer Bumi dapat memicu badai geomagnetik yang menyebabkan aurora, akibat gangguan magnetosfer Bumi yang disebabkan angin Matahari dapat semakin kuat dan juga terlihat di ketinggian yang lebih rendah.

“Badai geomagnetik terjadi ketika medan magnet Bumi sangat terganggu akibat letusan matahari,” kata Huw Morgan, ketua kelompok Fisika Matahari di Universitas Aberystwyth di Inggris kepada Newsweek.

“Ketika badai plasma besar meletus dari Matahari, dan badai tersebut membawa medan magnet yang arahnya berlawanan dengan medan magnet Bumi, kita mengalami badai sempurna, dan badai geomagnetik yang lebih besar," ujarnya.

Editor : Dani M Dahwilani
Artikel Terkait
17 hari lalu

NASA Ungkap Fakta Mengejutkan: Api Kebakaran Indonesia Menyala di Bawah Tanah dan Sulit Padam

17 hari lalu

Miris! NASA Rilis Foto Indonesia dari Satelit, Kabut Asap Karhutla Selimuti Semua Wilayah

1 bulan lalu

Gerhana Matahari Total 12 Agustus 2026 Bikin Sebagian Dunia Gelap Gulita, Catat Jamnya!

4 bulan lalu

Meteor yang Tabrak Atmosfer Bumi Picu Dentuman dan "Gempa" di AS Ternyata Seukuran Gajah

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal