Sedangkan RNA tidak bisa melakukan proses replikasi. Namun, menyalin informasi genetik DNA ke dalam bentuk RNA (transkripsi). Hal ini dilakukan dengan bantuan enzim polimerase RNA .
Inilah yang menjadikan RNA sebagai pembawa informasi genetik, karena RNA tak ubahnya sebagai salinan DNA yang dibentuk dari sel tubuh manusia atau makhluk hidup lainnya.
Perbedaan berikutnya adalah pada kemampuan untuk mengalami reaksi. Ini berkaitan dengan sifat pengaktifan kembali (reaktivasi) molekul pembentuknya.
Ikatan CH pada DNA memungkinkan strukturnya cukup stabil terhadap enzim yang menyerangnya. Alur kecil pada heliks berfungsi melindungi agar enzim tidak mudah menempel.
Sebaliknya, ikatan OH pada RNA membuat molekul lebih reaktif. RNA menjadi tidak stabil dalam basa dan alurnya yang besar akan membuatnya lebih rentan pada serangan enzim.