Arab Saudi Bentuk Aliansi Pertahanan 14 Negara, Lindungi Laut Merah dari Serangan Antek-Antek Iran
RIYADH, iNews.id - Arab Saudi bersama 13 negara lain membentuk koalisi pertahanan maritim multinasional untuk melindungi jalur perairan Laut Merah dan sekitarnya dari gangguan Houthi Yaman serta kelompok-kelompok proksi Iran lainnya.
Koalisi tersebut memiliki misi memastikan kebebasan navigasi, perdagangan internasional, dan jalur perairan vital bagi pasokan energi di Selat Bab Al Mandab, Laut Merah, dan Teluk Aden.
Pengumuman itu disampaikan dalam pernyataan bersama 14 negara pada akhir pertemuan internasional di Arab Saudi, Kamis (30/7/2026). Dalam pertemuan tersebut, kepala staf militer serta perwakilan dari 43 negara dan delegasi dari Uni Eropa membahas berbagai cara untuk meningkatkan keamanan jalur maritim internasional serta menangkal ancaman terhadap navigasi dan perdagangan global.
Sebanyak 14 negara yang sepakat membentuk koalisi pertahanan maritim adalah Arab Saudi, Turki, Kuwait, Bahrain, Qatar, Yordania, Mesir, Pakistan, Djibouti, Somalia, Bangladesh, Yaman, dan Komoro.
Negara-negara pendiri menyatakan, partisipasi mereka dalam koalisi merupakan keputusan kedaulatan setiap anggota. Koalisi pertahanan tersebut juga murni bersifat defensif, tidak menargetkan negara, aliansi, atau organisasi internasional mana pun. Selain itu semua kegiatan dan tindakan yang diambil sepenuhnya sesuai dengan hukum internasional seraya menghormati kedaulatan negara dan melindungi kebebasan navigasi.