Berbeda dengan Caleb, Nathaniel mulai menemukan kecintaannya terhadap science sejak usia 8 tahun. “Aku menyukai segala sesuatu yang berhubungan dengan makhluk hidup di sekitar dan cara kerja alam semesta yang diaplikasikan ke dalam teknologi modern. Aku mulai menekuni science dengan mengikuti ekstrakurikuler di sekolah,” kata Nathaniel yang memiliki kegemaran memasak.
Selama mempersiapkan OSN dukungan penuh dari guru maupun orangtua sangat membantu Nathaniel di dalam proses meraih kemenangan. “Guru yang meyakinkan aku kalau aku mampu mengikuti OSN bidang IPA,” ujar Nathaniel.
Selama mengerjakan setiap soal OSN dari tingkat Kota, Provinsi, hingga Nasional memiliki tantangan yang berbeda. “Setiap tahapan OSN tentu aku menemukan soal-soal yang sulit. Caraku mengatasinya adalah dengan memilih jawaban yang paling masuk akal,” kata Jayden.
Baik Caleb, Darren, Nathaniel, maupun Jayden mengaku senang karena berhasil meraih prestasi pada OSN 2025 hingga tingkat nasional. “Aku senang dan bersyukur kepada Tuhan atas prestasi yang kuraih,” kata Darren.