Adapun peradaban kuno di bawah Mesopotamia seperti Sumeria, Asyur, dan Babilonia, semakin melaju seiring pesatnya kajian mengenai perbintangan.
"Meskipun nama-nama bintang dan konstelasi diadopsi dari peradaban Yunani Kuno, jika ditelurusi pangkalnya ke peradaban Babilonia," ujar LAPAN.
Kendati demikian, penamaan bintang-bintang tertentu justru diduga diawali dari orang Sumeria. Ini menjadi isyarat bahwa sebelum sejarah mencatat pengamatan astronomis, perbendaharaan mengenai perbintangan sudah sejak lama berlangsung.