Akibat dari peristiwa Big Bang ini, terjadi perluasan alam semesta dan semua objek di dalamnya saling menjauh. Awalnya, alam semesta sangat padat dan kecil. Kemudian, setiap titik di alam semesta mulai memuai secara merata, dan proses ini berlanjut hingga saat ini.
Perluasan ini dimulai ketika alam semesta berada dalam keadaan sangat panas dan padat, dan seiring waktu mencapai kondisi seperti sekarang di mana alam semesta tidak sepanas dan sekecil dulu.
Salah satu teori yang sering digunakan untuk menjelaskan hal ini adalah analogi balon yang digunakan oleh Arthur Eddington dalam bukunya yang berjudul "The Expanding Universe" sejak tahun 1933.
Bayangkan kamu menggambar banyak titik di balon yang dikempeskan. Titik-titik tersebut mewakili galaksi. Ketika kamu mengembangkan balon tersebut, titik-titik tersebut akan mulai menjauh satu sama lain.
Apabila kamu menanyakan pada salah satu titik apakah itu merupakan pusat alam semesta, mereka akan menjawab dengan "ya". Namun, jika kamu bertanya hal yang sama pada titik lain, mereka juga akan mengklaim bahwa mereka adalah pusat alam semesta.