JAKARTA, iNews.id – Kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) semakin banyak dimanfaatkan pelajar dan mahasiswa untuk membantu menyelesaikan tugas maupun memahami materi pelajaran. Namun, sebuah penelitian terbaru mengungkap penggunaan AI secara berlebihan justru dapat membuat pengguna lebih sulit mengingat materi yang telah dipelajari.
Temuan tersebut dipublikasikan dalam jurnal Social Sciences & Humanities Open Volume 12 (2025) yang diterbitkan Elsevier melalui penelitian berjudul ChatGPT as a Cognitive Crutch: Evidence from a Randomized Controlled Trial on Knowledge Retention.
Penelitian menggunakan metode randomized controlled trial dengan melibatkan 120 mahasiswa. Mereka dibagi ke dalam dua kelompok, yakni kelompok yang diperbolehkan menggunakan ChatGPT sebagai pendamping belajar dan kelompok yang belajar menggunakan metode konvensional tanpa bantuan AI.
Setelah proses belajar selesai, seluruh peserta menjalani tes mendadak yang dilakukan secara berkala hingga 45 hari kemudian. Tujuannya untuk mengetahui seberapa banyak materi yang masih mampu mereka ingat.
Hasil penelitian menunjukkan kelompok yang mengandalkan ChatGPT hanya memperoleh rata-rata skor retensi pengetahuan sebesar 57,5 persen. Sebaliknya, kelompok yang belajar secara mandiri mencatatkan rata-rata skor 68,5 persen.