Studi Ungkap Pengguna AI Lebih Sulit Mengingat Materi Belajar

Dani M Dahwilani
Penggunaan AI secara berlebihan justru dapat membuat pengguna lebih sulit mengingat materi yang telah dipelajari. (Foto: Ilustrasi AI)

Perbedaan sekitar 11 poin persentase tersebut mengindikasikan bahwa penggunaan AI tanpa diimbangi proses berpikir aktif berpotensi menurunkan kemampuan otak dalam mempertahankan informasi untuk jangka panjang.

Peneliti menjelaskan fenomena tersebut berkaitan dengan cognitive offloading, yaitu kondisi ketika seseorang menyerahkan sebagian proses berpikir kepada teknologi. Saat AI memberikan jawaban secara instan dan lengkap, otak tidak lagi bekerja keras untuk mengolah informasi sehingga pembentukan memori menjadi kurang optimal.

Padahal, memori jangka panjang terbentuk melalui proses berpikir yang membutuhkan usaha (effortful process). Semakin aktif seseorang menganalisis, menghubungkan, dan mengingat informasi, semakin kuat pula memori yang terbentuk.

Penelitian juga menemukan dampak tersebut terjadi pada berbagai mata pelajaran. Bahkan, efeknya tetap terlihat pada pengguna yang sudah terbiasa atau sangat mahir memanfaatkan AI dalam aktivitas belajar.

Selain memengaruhi daya ingat, penelitian ini juga mengungkap adanya fenomena metacognitive blind spot atau ilusi pemahaman. Kondisi ini membuat seseorang merasa telah memahami suatu materi hanya karena membaca penjelasan yang disusun AI.

Padahal, rasa percaya diri tersebut belum tentu mencerminkan pemahaman yang benar-benar tertanam dalam ingatan. Tanpa proses berpikir kritis dan latihan mengingat, informasi cenderung lebih cepat terlupakan.

Meski demikian, peneliti tidak menyarankan agar AI dihindari sepenuhnya. AI tetap dapat dimanfaatkan sebagai alat bantu untuk mencari referensi, menjelaskan konsep yang sulit, atau memeriksa hasil pekerjaan. Namun, pengguna disarankan tetap aktif berdiskusi, menganalisis, membuat rangkuman, dan menguji pemahaman sendiri agar kemampuan berpikir serta daya ingat tetap terlatih.

Editor : Dani M Dahwilani
Artikel Terkait
4 hari lalu

Kekayaan Miliarder Dunia Tembus Rp266,22 Kuadriliun, Melonjak 12,8 Persen

4 hari lalu

LVAD Buka Harapan Baru Pasien Gagal Jantung Berat, Ini Alasannya

6 hari lalu

AI Lagi Tren UMKM Diminta Tak Ikut-ikutan, Ini Alasannya!

6 hari lalu

V+Short Diluncurkan di Hong Kong, Clarissa Tanoesoedibjo Ungkap Bidik Pasar Global sejak Hari Pertama

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal