Justru di sinilah penelitian menjadi penting.
Daripada menggunakan seluruh komponen minyak, peneliti dapat mempelajari fraksi tertentu untuk mengetahui senyawa mana yang paling potensial dan bagaimana karakteristiknya terhadap kulit.
Pendekatan seperti ini membuat tanaman tidak hanya dipandang sebagai 'bahan alami', tetapi sebagai sumber senyawa bioaktif yang dapat diteliti secara ilmiah.
Ada anggapan bahwa karena Tamanu berasal dari tanaman dan dikenal baik untuk kulit, maka Tamanu Oil otomatis cocok untuk semua jenis kulit. Faktanya, karakter minyak tetap perlu diperhatikan.
Tamanu Oil dalam bentuk konvensional memiliki tekstur yang relatif padat dan kaya lipid. Pada sebagian orang dengan kulit yang mudah berjerawat, karakter tersebut dapat terasa terlalu berat.
Artinya, potensi biologis tanaman dan bentuk bahan yang digunakan merupakan dua hal yang berbeda.