2. Pembeliaan jika dilakukan di Tanah Air karena beberapa provider Indonesia membuka booth di Embarkasi keberangkatan, sehingga jamaah tinggal mengaktifkan paket ketika tiba di Tanah Suci.
3. Jika ada kendala, keluarga di rumah bisa membantu melakukan komunikasi dengan costumer service Indonesia. Jika paket data habis, keluarga bisa melakukan injeksi dari Tanah Air. Berbeda jika membeli nomor atau paket di Arab Saudi, di mana semua harus dilakukan secara mandiri oleh jamaah.
4. Provider dalam negeri, terutama BUMN sudah melakukan kerja sama dengan tiga provider lokal, sehingga sinyal lebih merata karena bisa switch ke sinyal paling kuat saat jamaah melakukan mobilisasi. Sementara itu provider lokal tentu memiliki jangkauan berbeda di masing masing wilayah.
5. Provider lokal tidak suport untuk video call. Berbeda dengan provider Tanah Air yang tetap bisa digunakan video call.
6. Membeli provider lokal harus dilakukan di counter dan harus melakukan registrasi ulang dengan menggunakan pasport. Masalahnya tidak semua counter memiliki bahasa Indonesia yang bagus.