"Dan salah satu produk yang memberi kesan itu ialah produk Asia Tile yakni Elise Harmony dengan perla effect," tambahnya.
Berbeda dengan keramik konvensional, permukaan dengan efek kilau akan memantulkan warna yang berubah-ubah mengikuti pencahayaan. Pantulan lembut menyerupai mutiara, mulai dari hijau, merah muda hingga ungu, membuat tampilan ruangan terasa lebih dinamis sekaligus tetap elegan.
Karakter tersebut membuat keramik jenis ini dinilai cocok diaplikasikan pada berbagai konsep interior, mulai dari klasik, kontemporer hingga minimalis modern. Selain digunakan di ruang tamu, dapur, kamar mandi, maupun teras, material dengan efek visual tersebut juga mulai banyak dipertimbangkan untuk ruang komersial seperti kafe dan butik yang mengutamakan pengalaman visual pengunjung.
Jali menilai inovasi pada keramik saat ini tidak lagi sekadar menghadirkan motif baru.
"Jadi, inovasi bukan hanya menghadirkan motif baru, tetapi bagaimana sebuah material mampu menciptakan pengalaman visual yang berbeda. Efek kilau yang lembut memberikan dimensi baru pada ruangan tanpa membuat tampilannya terasa berlebihan," katanya.
Menurut dia, perkembangan tren interior menunjukkan bahwa masyarakat semakin selektif dalam memilih material bangunan. Selain mempertimbangkan kualitas dan daya tahan, konsumen juga mulai mencari produk yang mampu memperkuat karakter ruang.
"Kami melihat desain interior akan semakin mengarah pada material yang bukan hanya indah dipandang, tetapi juga mampu memberikan karakter dan suasana pada ruang. Karena itu, pengembangan desain menjadi bagian penting dalam menghadirkan produk yang tetap relevan dengan kebutuhan konsumen," tutup Jali.