4 Gua Eksotis di Jawa Barat, Salah Satunya Bisa Lihat Masa Lampau Manusia Purba

Agung Bakti Sarasa
Wisata gua di Jawa Barat (Foto: Instagram@siefradhista)

3. Gua Parat, Pangandaran

Gua Parat terletak di Kawasan Hutan Lindung atau cagar alam di Kabupaten Pangandaran. Gua ini memiliki panjang menjorok kurang lebih 300 meter ke bagian dalamnya.

Untuk bisa menyusuri gua, wisatawan bisa menggunakan jasa pemandu dari warga lokal. Interior Gua Parat pun semakin melebar begitu traveler berjalan masuk ke dalamnya. 

Di dalam Gua Parat, traveler bisa melihat stalakit dan stalagmit yang memiliki bentuk alami yang unik, yakni mirip dengan bentuk kemaluan pria dan wanita. Keunikan lainnya, yakni stalakmit yang berbentuk seperti bejana.

Tak hanya soal wisata susur gua, traveler juga bisa melakukan wisata religi. Sebab, di dekat mulut Gua Parat terdapat dua makam sosok penyebar agama Islam, yaitu Pangeran Kasepuhan (Syekh Ahmad) dan Pangeran Kanoman (Syekh Muhammad).

Dari cerita yang dihimpun dari situs wisata Pangandaran (tourism.pangandarankab.go.id), baik Syekh Ahmad dan Syekh Muhammad merupakan keturunan dari Pangeran Maja Agung yang disebut berasal dari Mesir. 

Pangeran Maja Agung menitahkan kedua anaknya untuk menyebarkan agama Islam dengan mengikuti arah amata angin hingga sampailah di Tanah Jawa, yaitu Pangandaran. Setelah sekian lama terpisah, Pangeran Maja Agung pun menyusul kedua anaknya dan bertemu lagi di Gua Parat.

Lokasi Gua Parat hanya sekitar 10 menit bila ditempuh dari kawasan wisata Pantai Pangandaran. Untuk menggunakan jasa pemandu wisata, traveler cukup mengeluarkan kocek Rp50.000- Rp100.000 untuk dua orang dan bisa menjelajahi gua yang tersambung ke bibir Pantai Timur Pangandaran itu sepuasnya.

4. Gua Sanghyang Kenit, Kabupaten Bandung Barat

Dibendungnya aliran Sungai Citarum Purba ke PLTA Rajamandala membuat air yang melewati Gua Sanghyang Kenit mendangkal. Arus sungai yang deras kemudian landai dan menyisakan air sungai yang mengalir tenang di antara bebatuan purba.

Secara administratif, Gua Sanghyang Kenit ini terletak di Cisameng, Rajamandala Kulon, Cipatat, Kabupaten Bandung Barat. Lokasinya dekat dengan PLTA Rajamandala.

Rasa gerah setelah melewati jalanan di area pertambangan Cipatat, tempat hilir mudik truk bermuatan batu berukuran besar, luruh seketika saat traveler melihat alam yang asri dan air yang jernih.

Pengunjung dapat menggunakan jasa pemandu lokal dengan tarif Rp150.000 per 10 orang. Penelusuran gua eksotis ini cukup menantang karena akan melewati celah gua yang sempit dan licin.

Belum lagi dengan rute melewati genangan air Citarum Purba setinggi perut yang masih dihuni oleh berbagai jenis ikan seperti ikan baung dan gabus. Siapkan stamina dan lampu senter meskipun pemandu akan memberikan fasilitas helm dan pelampung.

Perjalanan menelusuri gua memakan waktu sekitar 45 menit. Bila air sedang tinggi, wisatawan bisa melakukan tubing dari Sanghyang Tikoro yang menjadi pintu keluar gua menuju titik awal Sanghyang Kenit.

Editor : Vien Dimyati
Artikel Terkait
Seleb
9 hari lalu

Raffi Ahmad Salut Sport Tourism Jadi Tren Baru di Kalangan Anak Muda

Destinasi
9 hari lalu

Sport Tourism Half Marathon Perdana di Malang 26 April 2026, Kemenpar Beri Lampu Hijau!

Destinasi
10 hari lalu

Mengintip Deretan Wisata di Bali dari Pantai Kuta hingga Lembah Bangkiang Sidem Ubud

Destinasi
14 hari lalu

Tempat Wisata di Semarang yang Underrated, Wajib Dikunjungi saat Libur Lebaran! 

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal