Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Wishnutama Kusubandio menekankan perlunya penambahan jumlah seat capacity dalam meningkatkan jumlah wisatawan dan meraih target devisa 21 miliar dolar AS pada 2020.
"Jumlah search tentang Indonesia sudah sangat tinggi, namun tidak berujung pada jumlah kunjungan yang besar karena akses direct flight yang tidak cukup atau tidak ada," ujar Wishnutama.
Pada 2019, seat capacity ke Indonesia dari seluruh dunia sejumlah 25 juta seats. Pada kenyataannya seat capacity yang terpenuhi hanya 85%. Sehingga Actual Seat Capacity Indonesia sejumlah 21,25 Juta Seats. Ditambah lagi dari Actual Seat Capacity tersebut, 4 juta merupakan WNI. Maka, jumlah Airline Seats untuk wisatawan asing ke Indonesia hanya 17,25 juta seats. Untuk itu, potensi YIA dalam menambah direct flight dan seat capacity ke Yogyakarta sangat diharapkan.
Ditargetkan YIA beroperasi secara penuh pada 29 Maret 2020, nantinya seluruh penerbangan di Bandara Adi Sucipto akan dialihkan ke YIA, kecuali penerbangan yang menggunakan pesawat propeller/baling-baling dan jet pribadi.
Proyek Manager Bandar Udara Internasional Yogyakarta, Taochid P.H. menambahkan pada Maret nanti rencananya akan ada 112 penerbangan yang beroperasi di YIA. "Saat ini slot airlines yang sudah mengajukan ada 96 flight, ditambah 16 existing flight yang sudah beroperasi. Jadi pada Maret nanti ada 112 flight di YIA," ujar Taochid P.H.