“Ada yang suka makanan yang memang misalnya pedas, dia akan mengarah ke tempat yang Manado misalnya,” kata Vita dalam konferensi pers Wonderful Indonesia Gastronomy (WIG) 2026 di Gedung Sapta Pesona Kementerian Pariwisata, Selasa (15/9/2026).
Di tengah perubahan selera tersebut, Vita melihat ada kecenderungan yang semakin kuat, yakni wisatawan mulai tertarik pada pengalaman kuliner yang lebih lokal.
Makanan atau tempat makan yang sebelumnya hanya dikenal masyarakat sekitar kini dapat ditemukan wisatawan dari berbagai daerah setelah muncul di media sosial. Kondisi ini dinilai menjadi peluang bagi daerah-daerah yang selama ini belum banyak dikenal sebagai destinasi kuliner.
“Tren-tren yang hadir di Indonesia saat ini karena generasi Gen Z dan karena digital ya, itu sangat menguntungkan. Artinya daerah-daerah tersembunyi itu bisa kita dapatkan dari digital media,” kata Vita.
Sementara itu, Deputi Bidang Pemasaran Kementerian Pariwisata Ni Made Ayu Marthini melihat kecenderungan wisatawan saat ini bergerak ke arah “semakin lokal semakin istimewa”.