"Saya sangat optimis semua berjalan dengan baik. Karena Bro Skydive di Tanjung Lesung nanti merupakan satu-satunya dan pertama kali operator yang resmi di Indonesia dengan dropzone bertaraf internasional, yang kami yakin akan banyak didatangi oleh wisatawan mancanegara dan domestik," kata Fanny dalam keterangan resminya, Senin (5/10/2026).
Menurut dia, pengalaman skydiving di Tanjung Lesung nantinya bisa dipadukan dengan kegiatan wisata lain. Setelah menikmati aktivitas dari udara, wisatawan masih dapat melanjutkan perjalanan dengan mencoba berbagai kegiatan di kawasan tersebut.
"Jadi, begitu selesai terjun, bisa coba aktivitas wisata jetski, mancing, snorkeling, atau jelajah pulau (island hopping). Bisa kita buat jual paket," ujarnya.
Untuk mendukung kegiatan tersebut, kawasan Tanjung Lesung akan menyiapkan lahan sekitar 9 hektare yang digunakan untuk mendukung aktivitas skydiving, sport aviation, dan aviation tourism.
Direktur Operasional BWJ sekaligus Kepala Bandara Salakanagara Tanjung Lesung, Kunto Wijoyo, mengatakan sejumlah fasilitas juga perlu disiapkan agar aktivitas olahraga dirgantara tersebut dapat berjalan dengan aman.