"Mereka pun sudah terbiasa gitu. Malah ke luar negeri belum pernah. Iya, semua masih dalam kota semua, maksudnya masih di dalam negeri kita," katanya.
Nadine menilai kebiasaan hidup sederhana tidak harus diajarkan kepada anak melalui aturan yang kaku. Menurut dia, nilai tersebut bisa ditanamkan secara alami melalui contoh dan kebiasaan yang dilakukan setiap hari.
"Itu pasti di bawah sadar kita akan tersalurkan dengan sendirinya karena sudah menjadi sebuah kebiasaan ya. Jadi tidak ada beban," ujarnya.
Selain mengajarkan kesederhanaan, Nadine juga berusaha mengajarkan anak-anaknya untuk tidak membandingkan kehidupan mereka dengan orang lain. Dia ingin kedua buah hatinya mampu menerima dan menyesuaikan diri dengan kondisi yang ada.
"Kesederhanaan itu ya sebenarnya bisa ada kalau kita mau menyesuaikan dengan kondisi kita gitu. Tidak melihat apa rumput tetangga lebih hijau. Kalau kita selalu membandingkan, kan tidak akan maju," kata Nadine.
Bagi Nadine, mengenalkan Indonesia kepada anak bukan sekadar mengisi waktu liburan. Perjalanan tersebut menjadi bagian dari proses menanamkan nilai kehidupan, kemandirian, dan rasa menghargai terhadap hal-hal sederhana sejak usia dini.