Menurut dia, tantangan industri hospitality saat ini bukan hanya mendapatkan perhatian, tetapi memahami hal yang membuat sebuah destinasi atau merek tetap relevan bagi audiens.
Perubahan tersebut sejalan dengan semakin banyaknya pilihan perjalanan yang tersedia bagi wisatawan. Destinasi, hotel, restoran, dan berbagai pengalaman wisata harus memiliki alasan yang membuat wisatawan tertarik untuk datang sekaligus memiliki pengalaman yang berbeda.
Dengan demikian, perjalanan wisata perlahan tidak lagi hanya soal ke mana wisatawan pergi, tetapi juga apa yang mereka rasakan dan lakukan selama berada di sana.
Dari atraksi baru di Singapura, perkembangan kawasan Bandung Barat, pengalaman alam di Bogor, hingga narasi budaya di Semarang, karakter lokal menjadi salah satu cara bagi destinasi dan pelaku hospitality untuk menciptakan pengalaman perjalanan yang lebih beragam.