"Karena ini tempat memang dulunya penuh dengan historis bagi warga masyarakat, khususnya masyarakat Cigombong. Kegiatan inilah mengangkat kembali, mengingat kembali, termasuk juga upaya-upaya untuk kembali melestarikan Danau Lido itu sendiri. Dimulai dengan kegiatan minimal generasi muda tahu dulu histori dan lain-lain, sehingga mereka mempunyai kecintaan kepada Danau Lido," kata Irwan.
Dia menambahkan, penyelenggaraan tahun ini merupakan langkah awal untuk menjadikan festival tersebut sebagai kegiatan rutin masyarakat.
"Insyaallah, ini menjadi sebuah awal yang diinisiasi teman-teman dari BPH, karena ini juga saya berkonsultasi dengan pimpinan, alhamdulillah ke depannya akan menjadi event tahunan. Tempatnya di daerah sekitar sini dengan nama Festival Rakyat Danau Lido," ujarnya.
Penyelenggaraan Festival Rakyat Danau Lido 2026 merupakan hasil kolaborasi masyarakat setempat, Pemerintah Kecamatan Cigombong, Pemerintah Desa Watesjaya, Bhumi Pasar Hijau, Danone Indonesia, serta KEK MNC Lido City.
Melalui kegiatan ini, Festival Rakyat Danau Lido diharapkan tidak berhenti sebagai perayaan tahunan, tetapi juga menjadi ruang bagi masyarakat untuk terus mengembangkan usaha lokal, memperkenalkan budaya daerah, dan membangun kepedulian bersama terhadap kelestarian Danau Lido.