Namun, Anda hanya boleh berenang di laguna ini saat sedang surut, yaitu pada pagi hari. Saat air laut pasang, Anda tidak diperbolehkan untuk berenang karena ombak di sekitar sangat besar dan berbahaya.
Selain untuk berwisata, wisatawan yang berkunjung ke pantai tersebut dapat pula mendirikan perkemahan di area parkir. Lokasi perkemahan ini sangat cocok untuk menikmati suasana laut luas. Bahkan jika beruntung, Anda bisa melihat lumba-lumba yang sedang berada di dekat pantai.
Karang yang di tumbuhi lumut-lumut hijau kian menambah keeksotisan tempat wisata ini. Kolam-kolam dengan bentuk tidak beraturan ini memiliki tinggi permukaan berbeda satu sama lain.
Berkunjung ke Pantai Kedung Tumpang tidak dikenakan biaya masuk khusus. Cukup membayar biaya parkir sebesar Rp5.000 per motor. Mengingat jalan menuju destinasi ini belum baik, opsi kendaraan roda dua menjadi transportasi terbaik menuju ke Pantai Kedung Tumpang.
Setelah memarkirkan kendaraan, Anda tinggal berjalan kaki menuruni tebing hingga sampai ke Pantai Kedung Tumpang. Jalannya masih belum terlalu bagus, disarankan menggunakan alas kaki yang memadai, jangan menggunakan sandal jepit.
Untuk menuju bibir pantai, Anda juga harus menyusuri jalur yang cukup curam dan berat. Trek menuruni bukit memiliki kemiringan bervariasi, ada yang sekitar 45 derajat. Lebar jalan hanya setapak.
Anda akan melintasi lahan yang didominasi bekas tanaman singkong, pisang, dan jagung. Pantai Kedung Tumpang bisa dicapai melalui dua jalur, yakni dari Tulungagung dan Blitar.