Warga Aman
Sikap sama juga diungkapkan Hasmianah (61) yang sudah hampir 40 tahun tinggal di kawasan Aji Kuning. Rumahnya yang sekitar 20 meter dari pos pantau ini cukup unik. Ruang tamu dan dua kamarnya berada di wilayah Indonesia. Sementara dapur dan kamar belakang berada di Malaysia dan tepat di sungai Limau yang menjadi batas kedua negara.
Selama berpuluh tahun tinggal di perbatasan, Hasmianah mengakui hidup rukun bertetangga sangat terasa. Orang Malaysia yang saling menjaga sopan santun, begitu dirinya yang kerapa kali menawarkan makanan terhadap tetangganya di seberang sungai.
Termasuk saat perayaan Hari Kemerdekaan, Hasmianah tak sungkan untuk mengibarkan bendera Indonesia sebagai wujud dirinya cinta Tanah Air.
“Jadi biar sebagian rumah saya ada di Malaysia, tapi hati saya dan raga saya untuk Indonesia,” kata Hasmianah yang mengaku cinta Tanah Air.
Rawan Penyelundupan
Terpisah, Sekretaris Daerah Pemkab Nunukan Serfianus menjelaskan, dari 19 kecamatan di wilayahnya, 15 kecamatan berbatasan langsung dengan Malaysia. Kondisi ini membuat daerahnya cukup rawan.
“Pelintasan Nunukan pintu keluar masuk untuk TKI yang sementara ini sudah turun-temurun pelintasan di sini,” ucap Serfianus saat ditemui di ruang kerjanya.
Serfianus melanjutkan, kondisi wilayahnya yang berbatasan langsung membuat persoalan TKI bukan menjadi hal yang baru. Dia tak menampik banyak pekerja Indonesia yang masuk ke Malaysia melalui jalur tikus dan tak memiliki dokumen resmi.
Karena itu, untuk mengawasi hal ini dibutuhkan aparatur di Kabuten Nunukan dan Instansi Vertikal untuk melakukan pengawasan. Pelintas wajib disertai dokumen yang lengkap. Sebab, kalau dokumenya tidak lengkap akan menjadi masalah ketika memasuki wilayah Malaysia.
Head Of Marketing MNC Travel, Diana Ring melihat kondisi garis batas Indonesia merupakan potensi unik untuk dijadikan lokasi wisata. Dengan menjadikan kawasan perbatasan menjadi lokasi wisata, maka akan menumbuhkan ekonomi bagi masyarakat sekitar.
“Dan kita mau membantu untuk mengeksplor lore apa saja yang dikerjakan atau pengelolaan BNPP sendiri. Potensi garis batas maupun pelintas,” ucap Diana.
Terhadap kondisi itu, Diana mengakui dirinya telah bekerja sama dengan BNPP yang merupakan corporate klien MNC Travel. Dalam hal ini, MNC berkomitmen untuk menjelajah kawasan perbatasan, termasuk mengelola apa yang dilakukan BNPP seperti mengecek koordinat patok dan menyisir garis batas.