Kampung Unik di Cianjur, Hanya di Desa Ini Warga Hidup Panjang Umur di Atas 100 Tahun

Kiki Oktaliani
Kampung unik di Cianjur singgah ke Desa Miduana yang dihuni warga berumur panjang (Foto: YouTube Angelick Vaulina)

Asal-Usul Kampung Miduana

Kampung Miduana berasal dari kata ‘Midua’ yang   Berarti terbelah, atau terbagi dua. Di mana hal ini merujuk pada lokasi desa yang terbelah di antara dua sungai, Cipandak Hilir dan Cipandak Girang. Para orang tua di zaman dahulu memutuskan untuk menamakan kampung ini sebagai Kampung Midua.

Warga Desa Miduna Mulai Terbuka dengan Dunia Luar

Pada mulanya, masyarakat di Desa Miduana cukup tertutup dari kemajuan dan teknologi, selama bertahun-tahun. Bahkan, hampir tak ada pemberitaan yang masuk tentang desa adat ini. Namun kini, secara perlahan warga Desa Miduana mulai terbuka dan kerap didengar namanya pada media sosial.

Keturunan Kerajaan Pajajaran

Desa Miduana memang dikenal unik karena warga yang tinggal di sini memiliki umur panjang. Namun, di balik keunikannya, ternyata Desa Miduana merupakan keturunan kerajaan Pajajaran.

Desa adat Miduana tidak bisa dilepaskan dari dua tokoh kembar bernama Eyang Jagat Nata dan Eyang Jagat Niti. Keduanya merupakan keturunan dari Kerajaan Pajajaran yang mencari tempat pemukiman untuk menghindari Kerajaan Sunda.

Mereka juga pendiri Desa Balegede atau yang disebut Desa Miduana. Jagat Nata dan Jagat Niti berhasil mendirikan perkampungan baru dan mendirikan tempat perjumpaan atau pasamoan besar dengan koleganya dari berbagai wilayah, ini yang kemudian menjadi dasar penamaan Balegede yang artinya tempat perjumpaan besar.

Eyang Jagat Niti kemudian memiliki keturunan bernama Eyang Jagat Sadana yang berhasil membuka kampung atau dusun Miduana dan tidak jauh dari Balegede. Seketika, Jagat Sadana mendapat tempat spesial dari warganya, karena berhasil pembuka hutan belantara atau leuweung peteng menjadi tempat tinggal secara matuh atau menetap.

Te’tekon

Seluruh warga di desa adat ini menggantungkan hidup dari hasil pertanian. Mereka menjalankan Te’tekon atau aturan tradisi tata kelola pertanian, yang dilakukan secara turun-temurun. Seluruh kegiatan pertanian di kampung ini masih dilakukan secara tradisional. Sebagian warganya juga sudah mulai menjajaki sektor lain, seperti berdagang.

Itulah seputar kampung unik di Cianjur, singgah ke Desa Miduana yang menarik untuk dijelajahi.

Editor : Vien Dimyati
Artikel Terkait
Megapolitan
8 hari lalu

Jadwal Buka Puasa Cianjur Hari Ini 4 Maret 2026, Magrib Jam Berapa?

Seleb
10 hari lalu

Raffi Ahmad Salut Sport Tourism Jadi Tren Baru di Kalangan Anak Muda

Destinasi
10 hari lalu

Sport Tourism Half Marathon Perdana di Malang 26 April 2026, Kemenpar Beri Lampu Hijau!

Destinasi
10 hari lalu

Mengintip Deretan Wisata di Bali dari Pantai Kuta hingga Lembah Bangkiang Sidem Ubud

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal