Kencangnya angin membuat api cepat menyebar. Pengelola sempat menutup akses masuk dari Malang, sementara pintu masuk dari Wonokitri, Kabupaten Pasuruan, dan Cemorolawang, Kabupaten Probolinggo, masih dibuka.
Namun, seluruh pintu masuk akhirnya ditutup total pada Sabtu malam. Kebijakan tersebut diambil untuk mendukung proses pemadaman sekaligus memastikan keamanan dan keselamatan wisatawan.
Kebakaran kali ini menjadi kejadian kedua setelah kebakaran besar melanda kawasan Gunung Bromo pada 3-18 Agustus 2026. Peristiwa tersebut menghanguskan sekitar 1.126 hektare hutan dan lahan hingga membuat akses wisata ditutup total.
Kegiatan wisata Gunung Bromo baru kembali dibuka pada 20 Agustus 2026. Pembukaan dilakukan setelah Satgas Pemadaman Api Bromo berkoordinasi dan memastikan api telah padam serta kawasan dinilai aman bagi wisatawan.