JAKARTA, iNews.id - Anda tak perlu pergi ke luar negeri untuk menikmati keindahan tebing berwarna-warni. Cukup datang ke Hawu Mehara, Kabupaten Sabu Raijua, Nusa Tenggara Timur (NTT). Tempat wisata tersebut bernama Kelabba Maja.
Keindahan Tempat wisata ini sering dibandingkan dengan Zhangye Danxia, yang disebut sebagai salah satu keajaiban alam negeri Tiongkok. Juga disetarakan dengan Ngarai Grand Canyon, yang jadi kebanggaan negeri Paman Sam.
Namun, dilihat dari kondisi alamnya, Kelabba Maja lebih mirip dengan Painted Hills yang ada di Oregon, Amerika Serikat. Sama seperti Painted Hills, Kelabba Maja memiliki ciri khas berupa tebing serupa dengan deretan tabung yang bercorak. Sekilas, corak yang tertera di tebing-tebing itu seperti disapu dengan kuas raksasa. Anda bisa menemukan lapisan warna biru, putih, coklat, dan merah marun di antara bebatuan Kelabba Maja.
"Destinasi wisata unik ini sangat menarik, bahkan bisa menjadi salah satu destinasi wisata kelas dunia. Tempat wisata ini terletak di Pulau Sabu, Kabupaten Sabu Raijua, Nusa Tenggara Timur (NTT). Tempat ini tentunya sangat menarik dan tak kalah indahnya dengan Grand Canyon yang ada di kawasan Arizona serta Zhangye Danxia yang biasa disebut sebagai Gunung Pelangi yang berada di China. Tempat wisata ini masih sangat asri dan masih belum terjamah oleh campur tangan manusia. Alhasil, tak mengerankan jika objek wisata ini kerap disebut sebagai 'Surga Tersembunyi di Dunia'," tulis Instagram @genpi_ntt, dikutip Sabtu (2/3/2019).
Tempat ini memiliki geomorfologi petrografis yang unik dan telah terbentuk selama jutaan tahun. Proses ini menyebabkan terbentuknya berbagai jenis batu. Beberapa lapisan tersebut adalah batuan pasir merah dan deposit mineral yang berbentuk lapisan demi lapisan. Selain bukit pelangi, Kelabba Maja juga memiliki beberapa batu keseimbangan yang dianggap sebagai perlambang ayah, ibu, dan anak. Ketiga batu ini berdiri dengan kokoh di pucuk tebing yang meruncing.
Kelabba Maja juga dianggap sebagai tanah dewa oleh penduduk setempat, terutama warga Desa Gelanalalu. Mereka percaya, bukit-bukit penuh warna itu merupakan tempat berdiamnya Dewa Maja. Di sana juga terdapat batu yang digunakan sebagai altar pemujaan bagi sang dewa. Setiap tahun masih diadakan ritual penyembelihan kurban demi memohon perlindungan dari Dewa Maja.