Saudi Siap Fasilitasi Dialog di Riyadh untuk Redakan Konflik Yaman Selatan
RIYADH, iNews.id – Arab Saudi menyatakan kesiapannya menjadi tuan rumah pertemuan di Riyadh untuk memediasi konflik yang kembali memanas di Yaman selatan. Kementerian Luar Negeri Arab Saudi mengungkapkan, pertemuan tersebut sesuai dengan permintaan Presiden Yaman Rashad Al Alimi.
Dalam pernyataan resminya, Kemlu Saudi menegaskan dukungan terhadap upaya dialog inklusif yang melibatkan seluruh elemen di Yaman selatan. Konferensi komprehensif itu diharapkan dapat membuka jalan bagi penyelesaian yang adil dan sesuai dengan aspirasi masyarakat setempat.
"Arab Saudi menyambut baik permintaan Presiden Yaman dan mengajak seluruh faksi selatan untuk berperan aktif dalam pertemuan tersebut demi merumuskan solusi yang adil bagi permasalahan di wilayah selatan, sebagaimana diharapkan rakyat," demikian pernyataan Kemlu Saudi yang diunggah melalui platform X, Sabtu (3/1).
Diketahui, ambisi pembentukan negara Yaman Selatan kembali menguat di tengah memanasnya konflik di Yaman. Situasi ini memperlihatkan perbedaan sikap tajam antara Arab Saudi dan Uni Emirat Arab (UEA), dua negara yang sebelumnya berada dalam satu barisan koalisi.
Ketegangan mencuat setelah Arab Saudi melancarkan serangan udara ke pelabuhan Al Mukalla, Provinsi Hadhramaut, dan mengultimatum UEA agar menarik seluruh pasukannya dari Yaman. Saudi menuduh UEA memberikan dukungan senjata dan kendaraan tempur kepada kelompok separatis Dewan Transisi Selatan (STC) yang gencar mendorong pemisahan Yaman selatan.
STC dalam beberapa pekan terakhir meningkatkan operasi militer dan mengklaim telah menguasai delapan provinsi strategis di Yaman. Kelompok tersebut secara terbuka kembali menyerukan berdirinya negara Yaman Selatan yang terpisah dari pemerintahan sah di Sanaa maupun Aden.