Makna Filosofis dari Canang Sari, Tak Sekadar Indah Dipandang

Muhammad Sukardi
Canang Sari yang sarat akan makna filosofis. (Foto: Muhammad Sukardi)

"Sebagai simbol terima kasih atas apa yang Tuhan telah berikan kepada kami. Nah, bentuk persembahan itu kami buat dengan Canang. Bunga kami dapat dari alam, dan alam itu Dia yang menciptakan," paparnya.

Untuk membuat Canang Sari tak bisa asal-asalan. Wenny menuturkan, Canang  Sari menggunakan alas berbentuk 'ceper' sebagai simbol kekuatan Ardha Candra. Di atas ceper, ada Porosan yang menandakan bahwa persembahan ini harus datang dari hati yang penuh kasih dan tulus kepada Tuhan.

"Porosan ini terbuat dari daun sirih, gambir, dan kapur sirih. Campuran ini memiliki makna simbolis dalam ritual persembahan. Daun sirih melambangkan Dewa Wisnu dan kapur sirih melambangkan Dewa Iswara," ungkap Wenny.

Wenny juga mengungkapkan, dalam penataan Canang Sari pun tidak bisa sembarangan. Porosan ditempatkan di Utara yang mana ditempatkan bunga berwarna hitam, bisa diubah menjadi biru atau ungu. Utara ini melambangkan Dewa Wisnu.

Lalu, di sisi Selatan (merah) untuk Dewa Brahma, sisi Barat (kuning) melambangkan Dewa Mahadewa, dan Timur (putih) melambangkan Dewa Iswara. Pada bagian tengah ditempatkan daun pandan.

Editor : Muhammad Sukardi
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Potret Umat Hindu Sembahyang Merayakan Hari Raya Galungan

57 tahun lalu

Food Diary: Menikmati Jamu, Minuman Tradisional sejak Zaman Kerajaan Hindu-Budha

57 tahun lalu

Ratusan Umat Hindu di Lampung Gelar Parade Ogoh-Ogoh Raksasa

57 tahun lalu

Umat Hindu Gelar Upacara Mendak Tirta di Boyolali, Rangkaian Sambut Hari Nyepi

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal