Masuk ke Ekosistem Borobudur, Sandiaga Uno Pacu Pola Perjalanan Wisata Candi Plaosan

Siska Permata Sari
Sandiaga Uno Pacu Pola Perjalanan Wisata Candi Plaosan (Foto: Kemenparekraf)

"Jadi kita pastikan 20 juta wisatawan yang datang ke Borobudur ini juga melambung ke Klaten untuk bisa mengunjungi Desa Wisata Bugisan," kata Menparekraf.

Candi Plaosan ini biasa disebut dengan Candi Kembar, karena terdapat dua candi yang dalam sejarahnya dibangun oleh raja keenam kerajaan Mataram Kuno, Rakai Pikatan, untuk dipersembahkan kepada salah seorang permaisurinya bernama Pramudyawardani.

Keduanya memiliki perbedaan agama. Raja Rakai Pikatan beragama Hindu sementara permaisurinya Pramudyawardani beragama Buddha. Perbedaan agama bukan menjadi penghalang, justru semakin memperkuat cinta mereka. Kisah ini pun tergambar jelas pada relief-relief yang ada di Candi Plaosan. Maka tidak heran jika Candi Plaosan ini mengisyaratkan berbagai aspek kehidupan seperti alam, budaya, toleransi, dan keagamaan.

Menparekraf Sandiaga mengatakan kisah percintaan ini semakin memperkuat potensi yang ada di Desa Wisata Bugisan. "Ini saya melihat daya tarik atau magnet dari Candi Plaosan atau Candi Kembar, karena ada storynomics percintaan," kata Sandiaga.

Di dalam kawasan Candi Kembar terdapat halaman rumput hijau yang menambah keasrian alam pedesaan khas Jawa. 

Editor : Vien Dimyati
Artikel Terkait
3 hari lalu

Way Kambas Terbakar, Intip Pesona Rumah Gajah Sumatra sebelum Api Meluas!

6 hari lalu

Jakarta Tak Cukup Dijelajahi Sehari, Tren Long Staycation Makin Disukai!

7 hari lalu

Taiwan Makin Ramah Muslim, Jadi Pilihan Menarik untuk Liburan Akhir Tahun!

12 hari lalu

Gempa di NTT, Kemenpar Ungkap Sejumlah Hotel hingga Destinasi Wisata Rusak

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal