Menemukan Bugis di Belanda, Menengok Teosofi Nusantara

Ramdan Malik
Faisal Oddang dan Cok Sawitri menceritakan pengalaman residensinya di Belanda serta Amerika Serikat dimoderatori Kris Budiman, dosen FIB UGM. (Foto: iNews.id/Ramdan Malik)

Sementara itu, di arena simposium, Iskandar Nugraha membeberkan tesisnya yang menarik di University of New South Wales, Sydney, Australia. Tesis itu telah diterjemahkan dan dibukukan menjadi Teosofi, Nasionalisme, dan Elite Modern Indonesia.

Gerakan teosofi didirikan seorang perempuan Ukraina-Rusia, Helena Petrovna Blavatsky. Dia dipengaruhi ajaran kebijakan Timur, terutama India dan Jawa. 

"Radjiman Wedyoningrat, Ketua Budi Utomo pertama dan Ketua Badan Penyelidik Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia, serta ayah Presiden Soekarno adalah pengikut teosofi," ungkap Iskandar.

Mendirikan sekolah-sekolah antara lain di Bandung dan menjadikan Blavatsky Park yang kini gedung Kementerian Pariwisata di Jakarta sebagai pusat diskusi aktivis-aktivis muda Indonesia sebelum Sumpah Pemuda, 28 Oktober 1928, merupakan sumbangan gerakan kebatinan internasional yang berpusat di Madras, India ini. Cabang pertamanya di Indonesia berada di Pekalongan, Jawa Tengah pada 1811.

Editor : Tuty Ocktaviany
Artikel Terkait
23 jam lalu

Wayang Jogja Night Carnival 2026 Digelar Malam Ini, Malioboro Bakal Super Ramai!

8 hari lalu

Unik! Bhutan Punya Festival Mandi Berkah, Namanya Bathing Carnival

10 hari lalu

Merasakan Nuansa India di Tengah Jakarta lewat Diwali Bazaar 2026, Intip Keseruannya!

12 hari lalu

Cerita SBY Pernah Berdiskusi dengan Guruh Sukarnoputra, Bukan soal Politik tapi Seni dan Budaya

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal