Mengenal Kerajinan Gerabah Kuno Desa Klipoh, Ada sejak Berdirinya Candi Borobudur

Wilda Fajriah
Mengenal kerajinan gerabah Desa Klipoh (Foto: Instagram)

"Jadi kalau pakai kayu kurang cepat untuk putarannya," tuturnya.

Supoyo menyebutkan, alat bantu untuk membuat gerabah itu bernama perbot. Dengan alat ini, dia mengaku bisa lebih banyak menghasilkan gerabah dibanding menggunakan kayu manual.

"Yang seharinya cuma 10, kalau pakai alat ini bisa 20, atau 30," ujarnya.

Meski produknya belum meluas ke pasar ekspor, barang dagangan Supoyo ini seringkali diminati para wisatawan sebagai suvenir atau kenang-kenangan saat berwisata ke desa tersebut. Bahkan, Supoyo juga mengajak para wisatawan yang datang untuk ikut praktik membuat gerabah.

Sayangnya, sejak pandemi melanda, Supoyo mengaku usahanya ini sangat berdampak. Jika sebelum pandemi, dalam satu bulan, Supoyo bisa mendapatkan pengunjung hingga 3.000 orang. Setelah pandemi, tidak ada wisatawan yang berkunjung. Hanya pengrajin saja yang masih terus semangat untuk memproduksi gerabah.

"0 persen, enggak ada sama sekali penerimaan tamu. Semestinya pemerintah segera membuka jalur wisata. Karena kesehariannya kita sudah berbaur dengan dunia pariwisata," ujarnya.

Editor : Vien Dimyati
Artikel Terkait
Seleb
11 hari lalu

Raffi Ahmad Salut Sport Tourism Jadi Tren Baru di Kalangan Anak Muda

Destinasi
11 hari lalu

Sport Tourism Half Marathon Perdana di Malang 26 April 2026, Kemenpar Beri Lampu Hijau!

Destinasi
11 hari lalu

Mengintip Deretan Wisata di Bali dari Pantai Kuta hingga Lembah Bangkiang Sidem Ubud

Destinasi
15 hari lalu

Tempat Wisata di Semarang yang Underrated, Wajib Dikunjungi saat Libur Lebaran! 

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal