Mengenal Pasar Apung di Kalimantan yang Unik, Ternyata Sudah Ada sejak Ratusan Tahun

Kiki Oktaliani
Mengenal Pasar Apung yang unik di Kalimantan (Foto: Instagram@eldiai)

Sejarah Pasar Terapung Muara Kuin

Perahu-perahu yang memuat barang dagangan para pedagang ini dinamakan Jukung. Keberadaan Pasar Terapung Muara Kuin berkaitan erat dengan berdirinya kerajaan Banjar, atau bahkan jauh sebelum berdirinya kerajaan Banjar. Pada pertengahan abad ke-16, Sultan Suriansyah mendirikan kerajaan di tepi sungai Kuin dan Barito yang kemudian menjadi cikal bakal Kota Banjarmasin. Aktivitas perdagangan tersebut tumbuh pesat, mengingat letak yang strategis yaitu di pertemuan beberapa anak sungai, dan bertahan hingga kini. Pedagang yang ada di Pasar Terapung Kuin tak hanya orang-orang Kuin ini sendiri, ada juga para pedagang yang berasal dari daerah Tamban, Anjir, Alalak, dan Berangas.

Jika berkunjung ke kawasan ini, terlihat pemandangan rumah-rumah warga setempat di sepanjang sungai Barito yang menggunakan material kayu sebagai bahan utama bangunan. Meskipun terbuat dari kayu, bangunan rumah warga ini tak mudah rusak atau cepat mengalami pelapukan, dikarenakan kayu yang digunakan adalah jenis Ulin yang terkenal kuat dan bahkan semakin kuat apabila terkena air.

Jam Operasional Pasar Terapung

Keberadaan Pasar Terapung hanya bisa dijumpai mulai pukul 06.00 - 08.00 WITA. Pemerintah Banjarmasin biasanya menyelenggarakan festival tahunan, berupa Festival Pasar Apung sebagai upaya melestarikan budaya setempat dan sebagai sarana untuk menarik perhatian para pelancong domestik maupun mancanegara.

Cara Menuju Pasar Terapung

Untuk mencapai Pasar Terapung cukup mudah, karena lokasinya yang berada di dekat kota Banjarmasin. Apabila berasal dari luar kota, Anda bisa transit terlebih dahulu di bandara Syamsudin Noor Banjarmasin, Kalimantan Selatan. Dari kota, Anda bisa menuju Kuin menggunakan kendaraan beroda dua atau empat, tepatnya ke dermaga-dermaga kecil Jukung. Bagi yang membawa kendaraan pribadi tak perlu khawatir, karena telah tersedia lahan parkir. Kemudian, untuk mencapai pasar, harus menyewa jukung atau perahu dengan membayar sekitar Rp60.000 (namun harga ini dapat berubah). Dengan jukung, Anda akan diajak untuk menelusuri sepanjang Sungai Martapura menuju ke hulu yang bermuara di sungai Barito.

Terancam Punah

Ya, pasar terapung ini memang terancam punah. Keberadaan pasar Terapung saat ini bagaikan peribahasa hidup segan mati tak mau, dengan berbagai faktor yang memengaruhi. Kini kebanyakan para pedagang Pasar Terapung berasal dari Alalak dan Berangas. Mereka lebih memilih berjualan di pasar-pasar terdekat. Seperti Pasar Kenjot Alalak Tengah, Pasar Tungging Berangas dan lainnya.

Kearifan Lokal

Pasar Terapung merupakan bentuk kearifan lokal masyarakat Kalimantan dengan mempertimbangkan ekologi sungai sebagai media transportasi dan interaksi sosial. Para pedagang yang ada di Pasar Terapung biasanya menjual hasil kebun sendiri atau barang milik tetangganya yang disebut dukuh.

Bagaimana, tertarik untuk menjelajahi Pasar Apung di Kalimantan? 

Editor : Vien Dimyati
Artikel Terkait
1 hari lalu

Jelajah Kepulauan Seribu: Ada Penyu hingga Indahnya Terumbu Karang

4 hari lalu

Instalasi Seni Unik Bakal Hadir di TIM Jakarta, Mengulik Sisi Lain Telur Ayam!

7 hari lalu

Liburan Tak Lagi Cuma Foto-Foto, Tren Wisatawan Bergeser ke Pengalaman Lokal!

10 hari lalu

Way Kambas Terbakar, Intip Pesona Rumah Gajah Sumatra sebelum Api Meluas!

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal