Mengenal Suku Buton Bermata Biru di Indonesia, Ternyata Ini Asal Usulnya 

Ayu Utami Anggraeni
Suku Buton bermata biru di Indonesia (Foto: Instagram geo.rock888)

Asal Usul Mata Biru Suku Buton

Suku Buton memang dikenal dengan masyarakatnya yang memiliki mata berwarna biru cerah. Tapi tahukah Anda, di balik keistimewaannya, mata biru yang mereka miliki merupakan sindrom atau kelainan genetik. 

Sindrom ini disebut Waardenburg, melansir Daily Mail, Waardenburg adalah kelainan akibat mutasi gen yang tergolong langka, sehingga menyebabkan pigmentasi pada tubuh. Salah satunya, terjadi pada mata mereka.
 
Makanya tak heran jika di Suku Buton ada anak-anak yang memiliki sepasang mata yang berbeda warna. Mata kanannya berkilau biru, sedangkan mata kiri berwarna coklat seperti masyarakat Indonesia pada umumnya. Namun, sebagian ada pula yang memiliki mata biru karena faktor genetik, bukan karena kelainan. 

Pernah Dapat Stigma Negatif

Sebelumnya, orang bermata biru menimbulkan stigma kurang baik. Mereka dianggap tak wajar dan sering mendapatkan ejekan dari teman-teman mereka. Alhasil mereka menjadi pendiam, rendah diri, bahkan malu untuk berinteraksi dengan dunia luar. 

Sebab mereka khawatir dengan kilau mata biru yang begitu mencolok dan berbeda dengan lainnya.  Beruntung stigma itu kini mulai pudar, kebanyakan orang lebih memuji dengan keistimewaan anak-anak Suku Buton tersebut.

Nenek Moyang Suku Buton

Nenek moyang Suku Buton merupakan imigran yang datang dari wilayah Johor pada abad ke-15. Mereka mendirikan Kesultanan Buton di Baubau, Sulawesi Tenggara antara abad ke-16 - abad ke-20. Keruntuhan terjadi pasca munculnya konflik internal kerajaan, dan makin melemah ketika sultan terakhirnya wafat pada 1960.

Setelah itu Kesultanan Buton bergabung dengan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Suku Buton menganut sistem kasta yang hanya diterapkan pada tata pemerintahan dan keagamaan saja.

Kasta tersebut adalah Kaomu (bangsawan keturunan raja atau sultan), Walaka (pejabat kerajaan keturunan kerajaan), Papara (pejabat dari rakyat biasa), dan Babatua (budak). Ada juga kasta Analaki dan Limbo (kasta Kaomu dan Walaka yang diturunkan derajatnya karena melakukan kesalahan).

Editor : Vien Dimyati
Artikel Terkait
Seleb
1 hari lalu

Raffi Ahmad Salut Sport Tourism Jadi Tren Baru di Kalangan Anak Muda

Destinasi
1 hari lalu

Sport Tourism Half Marathon Perdana di Malang 26 April 2026, Kemenpar Beri Lampu Hijau!

Destinasi
1 hari lalu

Mengintip Deretan Wisata di Bali dari Pantai Kuta hingga Lembah Bangkiang Sidem Ubud

Destinasi
5 hari lalu

Tempat Wisata di Semarang yang Underrated, Wajib Dikunjungi saat Libur Lebaran! 

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal