Mengenal Tradisi Unik Berburu Paus di Lamalera, Ternyata Hanya Pakai Tombak 

Kiki Oktaliani
Mengenal tradisi berburu paus di Lamalera (Foto: Instagram @zion_club_cadca)

Berburu menggunakan kapal layar

Masyarakat yang pergi berburu paus menggunakan kapal layar yang disebut sebagai paledang, yang didayung secara beramai-ramai ke tengah laut. Alat berburu yang digunakan oleh masyarakat Lamalera adalah lama fa, berupa tombak yang dilemparkan ke paus yang melintasi kapal mereka.

Ritual khusus penangkapan paus

Masyarakat Lamalera memandang laut dan darat mempunyai hubungan timbal balik, sehingga penangkapan paus yang merupakan mata pencaharian utama di Lamalera mengandung nilai dan norma yang khas. Masyarakat melakukan berbagai ritual yang berkaitan dengan penangkapan paus, di antaranya adalah perayaan misa arwah yang dilaksanakan di Pantai Depan Kapel Santo Petrus yang dipimpin oleh seorang Pastor. 

Misa dilanjutkan keesokan harinya dengan misa lefa dan pemercikan air suci ke perahu-perahu. Sedangkan upacara ceremoti dihadiri oleh seluruh komponen Kampung Lamalera untuk membicarakan seluruh persoalan kampung terutama persoalan perburuan dengan berbagai tahapan yang mesti dilaksanakan dalam perburuan itu.

Tak hanya itu, dalam proses berburu para pemburu menentukan kondisi dan jenis paus yang ditangkap, yaitu paus sperma dalam kondisi tidak hamil.

Jenis paus yang sering ditangkap
masyarakat Lamalera 

Dalam perburuannya, jenis paus yang sering ditangkap oleh masyarakat Lamalera adalah paus sperma (Physeter macrocephalus) atau dikenal penduduk lokal sebagai koteklema. Selain itu, warga Desa Lamalera juga menangkap lumba-lumba spinner (Stenella longirostris), lumba-lumba hidung botol (Tursiops truncatus), paus pembunuh (Orcinus orca) dan beberapa spesies “blackfish” (misalnya paus pilot sirip pendek Globicephala macrorhynchus) untuk dikonsumsi.

Perburuan paus biru telah dihentikan

Mantan penombak ikan Pari Manta, Paus dan mamalia laut lainnya, Arifin Tawi, warga Desa Motonwutun, Lamalera mengakui aktivitas menangkap ikan dan mamalia laut dilindungi sudah tidak dilakukan sejak tahun 2000-an. Dikutip dari Mongabay (15/11/2022). Para penombak kini beralih menjadi pekerja di kapal ikan lampara dan lainnya.

Editor : Vien Dimyati
Artikel Terkait
7 hari lalu

Dari Singapura hingga Semarang, Pengalaman Lokal Jadi Daya Tarik Baru Wisatawan

7 hari lalu

Ada Dunia JUMBO di Ancol, Wamen Ekraf Soroti Peluang Baru Industri Kreatif

12 hari lalu

Tren Slow Travel di Bali, Seharian di Vila Jadi Pengalaman yang Kini Diburu!

16 hari lalu

Gunung Anak Krakatau Masih Siaga, Liburan ke Tanjung Lesung Aman?

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal