Lokasi tersebut merupakan area yang banyak ditemukan situs bersejarah, dan Candi Ratu Boko berdekatan dengan Borobudur, Prambanan hingga Keraton Yogyakarta.
2. Bukan Candi
Selama ini tak sedikit yang mengira situs Ratu Boko adalah bangunan Candi, dan ternyata ini merupakan reruntuhan kerajaan, sehingga Candi Ratu Boko kerap pula disebut Kraton Ratu Boko.
Penamaan Keraton Boko, karena menurut legenda, situs merupakan Istana Ratu Boko, ayah Lara Jonggrang. Diperkirakan situs Ratu Boko dibangun pada abad ke-8 oleh Wangsa Syailendra yang beragama Buddha, namun kemudian diambil alih oleh raja-raja Mataram Hindu. Peralihan 'pemilik' itu menyebabkan bangunan Kraton Boko dipengaruhi oleh Hinduisme dan Buddhisme.
3. Tempat Pemujaan
Dulunya Candi Ratu Boko ini memerlukan tempat pemujaan kerajaan yang berkuasa saat itu. Bukan hanya terbuat dari bebatuan, tapi juga dulu dibangun juga sebuah pendopo dari kayu.
"Ada bekas tiang yang terbuat dari kayu," kata Ketua Ikatan Ahli Anestesiologi Indonesia Daerah Istimewa Yogyakarta (IAAI DIY), Wahyu Indrasana.