Latief Siregar
Jurnalis Senior
PEREMPUAN jelita itu berdiri dari bangku kafe di pinggir kanal. Melihat gaya serta tas kulit branded, layaknya menunggu jemputan mobil mewah.
Tapi ternyata tidak. Dia menyeberang menuju parkiran sepeda, membuka kunci, menaruh tas mahal di kotak, dan melaju menyusuri jalanan. Jangan mengira sepedanya merek ternama yang banyak dipakai selebritis Jakarta. Hanya omafiets, alias sepeda onthel jadul. Sungguh kontras.
Tetapi sepeda memang menjadi keseharian warga Utrecht. Tak heran, gemeente (kotamadya) mendapuk diri sebagai “a true bicycle city”. Tak hanya slogan, pemerintah kota juga memberi perhatian kepada infrastruktur sepeda. Ada jalur, tempat parkir, hingga jembatan khusus.
Meski Amsterdam menyebut diri sebagai Ibu Kota Sepeda Dunia, Utrecht adalah juaranya. Jumlah pesepeda terbanyak, parkiran terbesar, dan jalur terpanjang.
Jalur sepeda pertama di Belanda dibangun 1885 di Maliebaan, Utrecht. Kini sudah ada 420 kilometer fietspad, jalur khusus sepeda mengelilingi kota sampai ke permukiman pinggir kota. Tak heran banyak penglaju yang bekerja di tengah kota, menggowes selama 1 jam.