Menilik Aktivitas Perdagangan Indonesia-Malaysia di Perbatasan Aruk

Ade Miranti Karunia Sari
Aktivitas Perdagangan Indonesia-Malaysia di Perbatasan Aruk (Foto: iNews.id/Ade Miranti)

"Di tempat kita (Indonesia) jualnya bisa sampai Rp30 ribu lebih. Kalau mereka (pedagang Malaysia) cuma jual 6 ringgit per ekor (Rp21 ribu)," ujar salah satu warga Sajingan Besar.

Sedangkan asal Malaysia, Alung dan Le Mien telah lama menjual bapok sekian puluh tahun. Namun, selama nilai mata uang naik jadi Rp3.500 per ringgit, penjualan mereka tidak selaku beberapa tahun lalu.

"Dulu ringgit masih 3.000 sampai 3.500, banyak yang beli barang kita. Sekarang agak sepi," kata Alung yang sudah berdagang di perbatasan titik 0 selama 20 tahun.

Di sana juga ada transaksi pertukaran mata uang (money changer) secara mobile yang dilakoni oleh Belitrus. Pria kelahiran Nusa Tenggara Timur (NTT) itu baru saja menjalani profesi sebagai penukar uang. Keuntungan yang dia dapat dari menukar uang tersebut dianggapnya cukup.

"Kalau saya beli mata uang Ringgit Rp3.550, kalau jual Rp3.500. Untungnga lumayanlah, sehari bisa dapat Rp200 ribu," katanya.

Editor : Vien Dimyati
Artikel Terkait
Destinasi
5 tahun lalu

HUT ke-9, MNC Travel Bagi-Bagi Paket Liburan ke Destinasi Super Prioritas, Ikuti 3 Langkah Mudah Ini!

Destinasi
5 tahun lalu

Ikuti Seru-seruan Virtual Tour MNC Travel, Berhadiah Staycation di Plataran Komodo!

Destinasi
5 tahun lalu

Asyik, MNC Travel Tawarkan Liburan ke Bali hingga Danau Toba Bisa Cashback Puluhan Juta 

Bisnis
5 tahun lalu

Buka Cabang Baru, MNC Travel Tawarkan Promo Menarik

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal