Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : HUT ke-9, MNC Travel Bagi-Bagi Paket Liburan ke Destinasi Super Prioritas, Ikuti 3 Langkah Mudah Ini!
Advertisement . Scroll to see content

Menilik Aktivitas Perdagangan Indonesia-Malaysia di Perbatasan Aruk

Selasa, 29 Mei 2018 - 13:15:00 WIB
Menilik Aktivitas Perdagangan Indonesia-Malaysia di Perbatasan Aruk
Aktivitas Perdagangan Indonesia-Malaysia di Perbatasan Aruk (Foto: iNews.id/Ade Miranti)
Advertisement . Scroll to see content

"Kalau pedagang dari mereka (Malaysia) jualnya ya bahan pokok. Kalau kita (Indonesia) kebanyakan hasil bumi, macam buah dan sayur-sayuran," katanya, Kamis 24 Mei 2018.

Kasubsi Hanggar Pabean dan Cukai (KPPBC) Tipe C Sintete PLBN Aruk, Maryadi mengatakan jika warga perbatasan dari Indonesia yang hendak berbelanja barang dagang asal Malaysia dibatasi secara nominal. "Kita batasi warga perbatasan dari kita ini 600 ringgit (untuk belanja), itu untuk sebulan," ucapnya.

Berbicara soal barang dagangan dari Indonesia yang hendak dijual ke Malaysia, barang dagangannya terlebih dahulu diperiksa melalui pos karantina. Jika pedagang Indonesia membawa sayur, harus dicek oleh petugas karantina pertanian. Jika membawa ikan, maka petugas karantina perikanan akan memeriksa kualitasnya.

Untuk menjual barang dagang itu sendiri, regulasi dari Indonesia melarang warga Malaysia melakukan transaksi penjualan daging. "Menghindari adanya penyakit yang berasal dari daging yang dijual," ujar Maryadi.

Kenyataannya, untuk penjualan ayam justru warga perbatasan dari Indonesia kerap membeli dari Malaysia dibandingkan negeri sendiri. Harganya lebih murah, itu yang membuat warga Sajingan Besar dan Sambas tertarik membeli.

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut