Kereta Istimewa hadir dengan format khusus dengan jarak dan waktu tempuh yang tidak jauh. Kereta ini juga memiliki kapasitas terbatas yakni maksimal 40 penumpang, sehingga membuat perjalanan terasa lebih personal.
"Kereta Istimewa ini juga menerapkan pilar kedua yaitu adaptasi terhadap kondisi pandemi Covid-19 dengan menerapkan protokol kesehatan yang ketat dan disiplin," kata Sandiaga.
Terakhir, kata Sandiaga, adalah pilar kolaborasi. Terlihat dalam perjalanan kali ini yang menjadi bagian kolaborasi antara Kemenparekraf dengan KAI Wisata. Tidak hanya sekadar perjalanan, tapi promosi dan semangat bersama dalam membangkitkan kembali sektor pariwisata dan ekonomi kreatif.
"Ini adalah kolaborasi antara dunia usaha dengan pemerintah, baik pusat dan daerah. KAI Wisata bisa menjadi game changer dan mitra strategis kami untuk bersama-sama memulihkan dan mengembangkan pariwisata dan ekonomi kreatif," kata Sandiaga.
"Kita ingin mendorong wisatawan nusantara, karena total ada Rp150 triliun setiap tahunnya yang dikeluarkan wisatawan asal Indonesia di luar negeri. Kita ingin potensi itu difokuskan #DiIndonesiaAja," kata Sandiaga.
Turut mendampingi Menparekraf Sandiaga Uno dalam perjalanan itu, Dirut KAI Wisata, Hendy Helmy; Direktur Keuangan dan Administrasi KAI Wisata, Bambang Wijanarko; serta Deputi Bidang Pemasaran Kemenparekraf/Baparekraf, Nia Niscaya.