Jika ingin puas berenang dengan hiu paus di Pantai Botubarani, traveller harus sudah berada di lokasi maksimal pukul 08.00 WITA. Biasanya jam segitu, sudah ada hiu paus yang hilir mudik dengan cantiknya.
Kami, tim MNC Media, sampai di Pantai Botubarani, pukul 07.30 WITA. Suasana di bibir pantai sudah sibuk. Warga yang menyewakan perahu kayu sebagai alat transportasi ke lokasi berkumpulnya hiu paus tengah bersiap-siap. Begitu juga dengan para pemandu, dan instruktur menyelam yang sekaligus berprofesi sebagai pendamping wisatawan. Ada pula yang mengangkut udang untuk dibawa sebagai umpan agar hiu paus mendekati perahu wisatawan.
Ditemani oleh seorang penyelam kawakan, seorang instruktur kami menuju lokasi hiu paus. Jaraknya hanya sekitar 50 meter dari pantai. Pengunjung disarankan membawa perlengkapan berenang atau diving sendiri.
Tak sampai 5 menit, seekor hiu paus menghampiri kami. “Sherley!,” panggil Fadli, instruktur yang menemani kami.
Ternyata warga lokal kerap menamai hiu paus yang nyaris setiap hari ada di perairan Botubarani. Sherley dengan tenang berenang ke arah kami, mulutnya yang lebar terlihat jelas ketika kepalanya menyembul ke permukaan. Kami pun turun dan mulai turun ke air, dan berenang di samping Sherley. Ketika Sherley menjauh, pemilik kapal akan menggoyangkan-goyangkan kaki di air.
Sherley pun dengan anggun berenang menghampiri. Hiu paus tak pernah menunjukkan gerakan yang agresif. Sherley juga terlihat tidak merasa terganggu dengan kehadiran kami.