Tidak hanya menawarkan hiburan, festival ini juga menghadirkan pengalaman wisata edukatif. Ada Kids Eco-Corner yang menjadi ruang belajar bagi anak-anak untuk mengenal lingkungan, Pojok Sejarah Lido, hingga diseminasi inovasi olahan pangan berbasis perikanan darat.
Pentas seni budaya lokal dan talk show mengenai tata kelola danau berbasis kolaborasi turut melengkapi rangkaian acara. Dengan demikian, pengunjung bisa menikmati festival sekaligus mendapatkan gambaran mengenai upaya menjaga kawasan danau.
Camat Cigombong Irwan Soemantri mengatakan, Festival Rakyat Danau Lido memiliki tujuan lebih luas daripada sekadar menghadirkan kegiatan hiburan. Acara ini menjadi sarana untuk memperkenalkan kembali sejarah Danau Lido kepada masyarakat, khususnya generasi muda.
Menurut Irwan, Danau Lido memiliki kenangan tersendiri bagi warga Cigombong karena dahulu menjadi salah satu tempat berkumpul masyarakat. Melalui festival ini, dia berharap generasi muda semakin mengenal sejarah kawasan tersebut dan memiliki kepedulian untuk menjaganya.
"Karena ini tempat memang dulunya penuh dengan historis bagi warga masyarakat, khususnya masyarakat Cigombong. Kegiatan inilah mengangkat kembali, mengingat kembali, termasuk juga upaya-upaya untuk kembali melestarikan Danau Lido itu sendiri. Dimulai dengan kegiatan minimal generasi muda tahu dulu histori dan lain-lain, sehingga mereka mempunyai kecintaan kepada Danau Lido," ujar Irwan.