"Kolaborasi kita ini sudah ada beberapa pembicaraan sebelumnya. Kami dengan Bhumi Pasar Hijau maupun dengan warga masyarakat di sini. Tentunya MNC Lido City sebagai KEK Pariwisata dan Ekonomi Kreatif sangat concern dengan Danau Lido yang memang ikon dari Cigombong yang juga tentunya mempunyai manfaat buat KEK Lido City," tuturnya.
Di balik berbagai aktivitas wisata tersebut, upaya menjaga kelestarian Danau Lido juga menjadi perhatian. Syaiful mengungkapkan, KEK MNC Lido City telah menjalankan sejumlah program pelestarian sejak 2019, mulai dari pemompaan lumpur untuk mengurangi sedimen, pembersihan sampah, hingga penataan bagian tepi danau secara berkala bersama masyarakat.
"Yang pertama tentunya kita melakukan pemompaan lumpur untuk upaya membersihkan sedimen yang ada di Danau Lido. Itu kita investasi miliaran untuk pembelian pompa kemudian juga kegiatan-kegiatan pembersihan Danau Lido, itu kan banyak sampah. Ada juga perapian sisi-sisi danau, kita melibatkan beberapa masyarakat juga di sekitar, itu juga yang berlangsung hingga saat ini. Hingga saat ini kita masih melakukan hal tersebut secara rutin," jelasnya.
Selain itu, dilakukan pembangunan danau penahan lumpur atau danau retensi yang berfungsi sebagai zona penyangga. Fasilitas tersebut ditujukan untuk menahan sedimen dan material dari kawasan hulu agar tidak langsung masuk ke Danau Lido.
Syaiful menjelaskan, aktivitas masyarakat di kawasan hulu, termasuk pertanian, berpotensi membawa material yang dapat mencemari danau. Karena itu, danau retensi dibangun untuk membantu mengurangi risiko pencemaran sekaligus menambah luasan Danau Lido.