Perjalanan sejarah berlanjut di Museum Swadaya Perang Dunia II milik Muhlis Eso di Desa Joubela. Museum yang dibangun secara mandiri itu menyimpan ribuan koleksi peninggalan perang, mulai dari peluru, perlengkapan militer, lencana, botol minum tentara, hingga berbagai artefak yang ditemukan di hutan, pesisir, dan pulau-pulau sekitar Morotai.
"Banyak orang datang ke Morotai karena pantai dan lautnya. Tapi setelah berada di sini, mereka biasanya baru menyadari bahwa Morotai juga menyimpan cerita sejarah yang sangat kuat," tutur Alan.
Pesona Morotai tak berhenti di laut. Wisatawan juga dapat trekking menuju Air Terjun Raja yang memiliki tujuh jenjang alami, mengamati berbagai burung endemik, hingga mengenal kehidupan masyarakat lokal.
Beragam pengalaman tersebut menjadi bagian dari paket aktivitas yang ditawarkan Daloha Beach & Dive Resort bagi para tamunya.
"Sebagai resort, kami tidak hanya menjual tempat menginap. Kami merepresentasikan sebuah destinasi. Karena itu, kami menawarkan paket aktivitas yang memadukan pengalaman budaya, sejarah, dan alam," kata Alan.
Menjelang senja, perjalanan kembali berakhir di Pantai Daloha. Langit perlahan berubah jingga sebelum akhirnya dipenuhi bintang, sementara ombak sekali lagi datang menghapus jejak kaki di pasir.