Fungsi Pura Ulun Danu sebagai tempat pemujaan diwujudkan dengan keberadaan beberapa bangunan pemujaan atau pelinggih. Di antara pelinggih tersebut, ada dua bangunan, yaitu Palebahan Pura Tengahing Segara dan Palebahan Palinggih Lingga Petak atau Ulun Danu yang posisinya menjorok ke tengah danau.
Posisi unik dari kedua bangunan suci ini jarang ditemukan di pura lain yang didirikan di danau. Itulah yang membuatnya memiliki nilai estetika yang sangat tinggi dan menjadi daya tarik bagi para wisatawan. Hal ini pula yang mendorong pemerintah mengabadikan Pura Ulun Danu dalam uang pecahan Rp50.000.
Keberadaan Danau Bratan juga sebagai sumber air bagi irigasi pertanian untuk area sekitar membuatnya menyandang status Pura Kahyangan Jagat, yaitu pura umum tempat persembahyangan umat Hindu dari lintas daerah, golongan, dan profesi.
Pura Ulun Danu berjarak sekitar 45 kilometer dari pusat Kota Tabanan, atau sekitar 55 kilometer dari Kota Denpasar. Untuk menuju pura ini, wisatawan dapat menggunakan kendaraan umum, seperti taksi, bus pariwisata, maupun agen perjalanan menuju jalur Denpasar-Singaraja.
Pura ini terletak di perbatasan antara Kabupaten Tabanan dan Kabupaten Buleleng, berada di pinggir jalan raya, tepatnya di tepi Danau Bratan. Pengunjung Pura Ulun Danu Bratan harus membayar tiket sebesar Rp7.500 untuk turis domestik dan Rp10.000 untuk turis asing.
Anda juga bisa naik boat keliling danau Bratan. Untuk menggunakan speed boat dengan kapasitas empat orang penumpang dikenakan biaya sekitar Rp100.000 dan untuk yang kapasitas delapan orang berkisar Rp185.000 untuk sekali putaran danau per speed boat. Harga dapat berubah sewaktu waktu. Bagaimana, tertarik menikmati keunikan Pura Ulun Danu di Bali?