Lebih lanjut dijelaskan Sandiaga Uno, Makassar Jazz Festival yang akan digelar dengan konsep hibrid itu disebutkannya menjadi bukti hadirnya pemerintah di tengah keterbatasan imbas pandemi Covid-19.
Makassar Jazz Festival pun katanya merupakan bentuk kebijakan berpihak terhadap masyarakat, khususnya pelaku seni dan budaya di masa pandemi Covid-19 saat ini.
"Tadi saya turun bicara sama musisinya, mereka sudah lama sekali tidak mendapatkan order, backstagers-nya juga. Ini adalah bentuk keberpihakan kita untuk menghadirkan satu kebijakan yang penuh berkeadilan," kata Sandiaga Uno.
"Dan saya akan full support, mudah-mudahan ini bisa membangkitkan dan memulihkan perekonomian kita," ujarnya berharap.
Walau begitu, Sandiaga Uno berharap agar pelaksanaan Makassar Jazz Festival dapat digelar dengan menerapkan protokol kesehatan yang ketat dan disiplin.
Dengan demikian, langkah pemulihan sektor parekraf dapat berjalan beriringan dengan penanganan Covid-19 di Indonesia, khususnya Makassar dan Sulawesi Selatan.
"Tentunya kita harus perhatikan protokol kesehatan, kita harus lihat bagaimana keadaan Covid-19, setelah itu saya akan berkoordinasi dengan Pak Wali dan Bu Wawali bagaimana kolaborasi kita," kata Sandiaga Uno.
"Karena sekarang ini kita perlu inovasi, terus beradaptasi dan harapan kita bisa terus berkolaborasi," tuturnya.