Mengenal Asal Usul Tugu Pepadun di Lampung, Ada Daya Tarik Sejarah hingga Suku Asli

Syifa Fauziah
Mengenal asal usul Tugu Pepadun di Lampung (Foto: Instagram @rama_arts)

Lokasi

Tugu Pepadun berada di Jalan Lintas Timur, Gunung Sugih, Kabupaten Lampung Tengah. Bagi masyarakat Lampung, lokasi ini pasti sudah tidak asing lagi, sebab lokasinya tepat di jalan utama dari arah Kotabumi, Kota Gajah dan Bandar Lampung. Terletak di pinggir jalan, lokasi ini sering dijadikan tempat nongkrong dan rekreasi oleh masyarakat sekitar maupun wisatawan.

Filosofi Tugu Pepadun

Dilihat dari bentuknya, Tugu Pepadun memiliki bentuk seperti dua pasangan tangan penari wanita dengan kukunya yang panjang. Tangan-tangan itu seakan menopang singgasana Pepadun yang di bagian atasnya dilindungi oleh payung bersusun tiga.

Tingkatan payung itu memiliki tiga warna, payung warna putih di bagian paling atas, warna kuning di tengah, dan warna merah di bagian bawah. Bagi masyarakat Lampung khususnya adat Pepadun, payung ini dinamakan sebagai payung agung, yang melambangkan tingkat kedudukan penyimbang atau kepala adat.

Penggunaan payung ini diatur secara ketat dalam ketentuan adat sehingga tidak sembarang orang dapat memakainya. Payung berwarna putih khusus digunakan oleh penyumbang marga atau mego, payung berwarna kuning digunakan oleh penyimbang tiyuh, sedangkan payung berwarna merah oleh penyimbang suku.

Pada bagian bawah patung telapak tangan penari ditopang oleh lapik persegi empat bertingkat tiga. Lapik paling bawah berukuran lebih besar dari lapik di atasnya.

Lapik teratas dihias relief kepala burung garuda dan lapik bagian tengah diisi oleh relief mahkota siger.

Penggunaan burung garuda pada relief ini dipercaya sebagai tunggangan para raja zaman dahulu. Tak heran dalam prosesi begawai, patung burung garuda selalu dihadirkan sebagai pelengkap dalam urut-urutan upacara.

Di saat malam hari di sekeliling tugu terdapat lampu hias yang meneranginya, sehingga pengguna jalan melihat keindahan yang begitu memancar dari Tugu Pepadun.

Editor : Vien Dimyati
Artikel Terkait
Destinasi
21 jam lalu

Planetarium Jakarta Diserbu Pengunjung di Akhir Masa Libur Tahun Baru 2026

Megapolitan
6 hari lalu

Dishub DKI Terapkan Rekayasa Lalin di Ancol hingga Kota Tua saat Malam Tahun Baru

Destinasi
8 hari lalu

4.200 Orang Padati Kawasan Wisata Kota Tua Jakarta Hari Ini, Banyak Bule Juga!

Destinasi
8 hari lalu

Kota Tua Jakarta Ramai Dipilih Jadi Destinasi Akhir Tahun, Intip Keseruannya!

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news