Wamenparekraf Angela Tanoesoedibjo Tampil Anggun Pakai Busana Rote Ndao saat Upacara HUT ke-77 RI 

Novie Fauziah
Wamenparekraf Angela Tanoesoedibjo tampil anggun saat ikuti upacara HUT Ke-77 RI (Foto: Novie/MPI)

Perlu diketahui, kain tenun ikat Rote Ndao telah ada sejak ratusan tahun silam. Sebelum mereka mengenal kapas sebagai bahan untuk membuat pakaian, suku tersebut membuat kain tenun dari bahan serat gewang.

Tenunan yang dihasilkan berupa sarung yang disebut Lambi Tei dan selimut yang disebut Lafe Tei. Kain cantik ini dikenakan sebagai pakaian harian maupun pakaian pesta.

Kemudian, untuk menghasilkan warna-warna cantik pada kain tenun ini, orang Rote biasanya menggunakan pewarna alami. Misalnya, mengkudu, tarum, kunyit, dan lain sebagainya. Akan tetapi sebagian perajin kain tersebut saat ini memilih pewarna dari zat kimia.

Umumnya corak kain tenun Rote hanya terdapat warna hitam, merah, putih dan kuning. Namun seiring perkembangan zaman, banyak kain Rote yang mengalami modifikasi, sehingga memiliki corak dan warna yang lebih beragam.

Tak hanya dijadikan pakaian sehari-hari, kain Tenun Rote Ndao ini juga memiliki arti dan peranan yang sangat penting dalam banyak aspek kehidupan masyarakat tradisional Rote Ndao.

Editor : Vien Dimyati
Artikel Terkait
3 hari lalu

Angela Tanoesoedibjo Soroti Perubahan Industri Media, Inovasi Jadi Kunci Bertahan

16 hari lalu

Mendiskusikan Resilience Leadership Bersama Angela Tanoesoedibjo, Disa Novianty dan Hendra Lembong di Makassar Leadership Summit 2026

25 hari lalu

Angela Tanoesoedibjo Dukung Apresiasi Pemda Berprestasi Papua: Motivasi Beri Pelayanan Terbaik

1 bulan lalu

Luar Biasa! Angela Tanoesoedibjo Ungkap Daftar Kekuatan Kolaborasi MNCN dan Republikorp

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal