Director, Environmental Governance, The Asia Foundation Indonesia, Frans Siahaan, menjelaskan bahwa partisipasi warga dalam perencanaan pembangunan dapat membuat anggaran publik memberikan manfaat lebih luas.
"Kelompok Baca Anggaran adalah upaya warga untuk terlibat secara partisipatif dalam perencanaan, penganggaran, dan pembangunan desa. Di Tukamasea, kami melihat hasilnya: anggaran publik memberi insentif bagi desa yang menjaga lingkungannya," ujar Frans Siahaan, dalam keterangannya, Senin (19/10/2026).
"Ketika perempuan aktif menyusun dan mengawasi anggaran, warga merasakan dampaknya secara nyata, mulai dari lapangan kerja di sektor pariwisata hingga beasiswa untuk anak-anak desa. Skema ini telah direplikasi di beberapa kabupaten di Sulawesi Selatan dan terus kami dorong di wilayah lain," tambahnya.
Dampak pengelolaan tersebut juga terlihat dalam pembangunan fasilitas wisata. Pada 2022, Desa Tukamasea mengalokasikan Rp200 juta dari Dana Desa untuk pembangunan ramah lingkungan, termasuk pengembangan kawasan pemandian Dolli Bungaeja.
Desa itu juga menerima insentif Transfer Anggaran Kabupaten berbasis Ekologi (TAKE) sebesar Rp110 juta pada 2022 dan Rp62 juta pada 2023. Dana tersebut digunakan untuk memperbaiki jalan, membangun jembatan, dan menata kawasan wisata.